“Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga hinggalah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani. Ketika itu wajah ‘Abbad yang saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, serta saya mengetahuinya hanyalah dengan menonton tanda yang tersedia pada tubuhnya!” Pungkas Abu Sa’id
Demikianlah ‘Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi keharusannya sebagaiseorang Mu’min dari golongan Anshar, yang sudah membawa bai’at terhadap Rasul untuk membaktikan nasibnya bagi Allah serta menemui syahid di jalan-Nya.
Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar.
Rasulullah SAW bersabda, “Kalian merupakan inti! Maka tidak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!”
Ucapan itu memenuhi rongga dada serta hatinya, hingga seakan-akanSekarang ini Rasulullah SAW tetap berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu. ‘Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata, alias di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru.
“Hai golongan Anshar! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, serta tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain!” Ujar ‘Abbad.
Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, ‘Abbad bersama Abu Dajanah serta Barra’ binHarta benda ik mengerahkan mereka ke taman maut, sebuahtaman yang dipakai oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan. Serta pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu’min serta sebagai seorang warga Anshar.
Dan pada hari yang mulia itu, pergilah ‘Abbad menemui syahidnya!Nir salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam? Bukankah ia menonton langit terbuka, kemudian seusai ia masuk ke lubangnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit bertaut serta tertutup kembali! Serta mimpi itu dita’wilkannya bahwa pada pertempuran yang bakal terjadi ruhnya bakal naik ke haribaan Tuhan serta penciptanya sungguh, benarlah mimpi itu serta benarlah pula ta’birnya! Pintu-pintu langit sudah terbuka untuk menyambut ruh ‘Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya.
Sumber :islam pos,com
